ciri generasi millennial

5 Ciri Generasi Millennial yang Sebenarnya

ciri generasi millennial
ciri generasi millennial

Menurut Info Tips & Trik Vlog Terbaru ketika mendengar istilah “generasi millennial” tentu yang akan terbersit di pikiran kita merupakan sekelompok remaja tanggung yang tidak jarang kali memegang smartphone di tangan mereka. Namun, sejatinya generasi yang tidak jarang disebut sebagai Generasi Y ini menurut keterangan dari para peneliti sosial dikelompokkan pada generasi yang bermunculan antara 1980-2000. Jadi dapat dikatakan, orang-orang yang masuk ke dalam kelompok ini merupakan generasi muda yang ketika ini berusia 15-34 tahun.

Studi tentang kaum millennial juga terus dilaksanakan demi memahami ciri khas dan perilaku mereka. Salah satunya studi yang dilaksanakan oleh Boston Consulting Group (BCG) bareng University of Berkley tahun 2011 di Amerika. Studi ini memungut tema American Millennials: Deciphering the Enigma Generation. Di tahun sebelumnya, Pew Research Center pun merilis laporan penelitian dengan judul Millennials: A Portrait of Generation Next. Sebenarnya masih tidak sedikit lagi riset serta penelitian yang dilakukan, tapi anda pun dapat mengambil kesimpulan dari sejumlah studi yang ada. Berikut dirangkum apa saja ciri khas dari Generasi Y.

1. User Generated Content (UGC) lebih diandalkan oleh kaum millennials ketimbang informasi satu arah
Kini telah bukan jamannya lagi untuk kaum millennial guna percaya pada produk iklan atau perusahaan besar. Bisa disebutkan kalau mereka telah tidak percaya lagi kepada penyaluran informasi yang mempunyai sifat satu arah. Mereka jauh lebih percaya pada user generated content (UGC) atau konten dan informasi yang diciptakan oleh perorangan.

Contohnya saja ketika hendak membeli suatu produk, mereka tidak bakal langsung membelinya melulu karena menyaksikan iklan konvensional. Tapi mereka malah akan menggali tahu terlebih dahulu review atau testimoni yang dilaksanakan oleh orang beda di internet. Mereka pun pun tidak bakal ragu menyalurkan pengalaman baik atau buruk yang mereka alami terhadap suatu merek supaya orang lain dapat mendapatkan informasi.

2. Millennial mesti mempunyai akun sosial media sebagai perangkat komunikasi dan pusat informasi
Komunikasi dua arah sekarang rasanya bukan lagi harus bertatap muka, namun lewat sosial media pun seluruh orang dapat tetap saling berkomunikasi tanpa henti. Banyak dari Generasi Y yang berinteraksi dan mengawal komunikasi lewat text messaging atau pun chatting di dunia maya dengan sekian banyak platform yang ketika ini sudah tidak sedikit dijadikan opsi.

Tak melulu menjadi media guna berinteraksi, kaum millennial pun menjadikannya sebagai pusat informasi dan aktualisasi diri. Lewat sosial media, seseorang dapat mengekspresikan dirinya melewati sebuah unggahan atau kedudukan yang akan disaksikan oleh orang lain sampai-sampai mereka dapat membangun citra dirinya di dunia maya. Generasi ini memang dikenal sebagai generasi yang sangat cepat memahami sebuah peristiwa secara aktual. Mereka pun menggunakan media sosial sebagai media informasi.

3. Minat menyimak secara konvensional sekarang sudah menurun sebab Generasi Y lebih memilih menyimak lewat smartphone mereka
Bukannya hilang begitu saja, memang masih tidak sedikit orang-orang yang suka menyimak buku, tapi bukan lagi di toko kitab melainkan lewat e-book. Mereka lebih suka membaca kitab secara online sebab tak inginkan repot atau menguras waktu guna pergi ke toko buku. Perilaku yang telah mulai tergeser ini pun menjadikan generasi millennials lebih menyenangi segala sesuatu secara visual. Mereka memandang artikel konvensional melulu akan membuatnya pusing, oleh karena tersebut mereka lebih memilih menyaksikan sesuatu dengan gambar dan warna yang menarik.

4. Millennial tentu lebih memilih ponsel daripada televisi. Menonton suatu acara televisi sekarang sudah bukan lagi menjadi suatu hiburan sebab apapun dapat mereka temukan di telepon genggam
Generasi yang memang bermunculan di tengah-tengah pertumbuhan teknologi ini memang telah tidak lagi menjadikan televisi sebagai media utama mereka. Internetlah yang paling berperan dalam keberlangsungan hidup kaum ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Prami Rachmiadi, Chief Digital Content Officer dalam acara Global Entertainment and Media Outlook: 2017 – 2021, “kaum millennial tidak bakal pernah dapat lepas dari telepon genggam mereka sebab behaviour yang terjadi di tengah masyarakat ketika ini merupakan harus menjadi orang sangat ter-up-to-date. Pergeseran perilaku dari Generasi X dan Generasi Y ini dapat dilihat dari bagaimana teknik mereka mengartikan faedah internet.”

5. Millennial menjadikan family sebagai pusat pertimbangan dan pengambil keputusan mereka
Berdasarkan survei “Connecting with the Millennials” yang dilaksanakan Visa pada 2011 lalu, terdaftar Indonesia diduga mempunyai 5,1 juta millennial. Satu urusan yang menarik dari survei ini ialah bahwa kaum millennial Indonesia ialah generasi yang sangat berbakti pada keluarga. Mayoritas dari mereka, yaitu sekitar 91 persen menyerahkan kontribusi finansialnya untuk orangtua.

Bagi kaum millennials yang sekarang telah berusia 21-22 yang baru saja menuntaskan sekolah mereka tentu punya kecenderungan guna bekerja di satu tempat. Berdasarkan penelitian ManpowerGroup, diketahui pun bahwa 63 persen di antaranya menyatakan lebih memilih bermukim di satu lokasi kerja guna mengembangkan dirinya. Dalam memungut keputusan ini, Generasi Y melibatkan pemikiran orangtua mereka dalam guna ikut mempertimbangkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *